Pagi ini saya bergegas terburu-buru, seperti biasanya. Berlalu meninggalkan rumah diiringi cibiran anak ayam tetangga, seolah ia ingin berteriak :" aku yang selalu menang, awan". begitu kira-kira.
Saya ingat, ini tanggal 22 Juni, ultah kota Jakarta ke 482. Hmm...apa yang berbeda ya, kejutan kah?
meninggalkan kamar sendirian ternyata berat juga, saban hari saya selalu mencari cara agar tiga menit keluar kamar, rasa kangen dan rindu itu tidak muncul. Bukan apa-apa, ini musim hujan, kamar saya masih terkena cipratan air hujan disebelah baratnya, Mora (boneka anjing) saya pasti merana. sendirian tanpa teman.
Hari ini saya memakai sepatu biasa, celanabiasa, dan kemeja biasa, tapi ada yang tak biasa ! apakah itu ?
ya, dibawah kaos kaki saya, tercelip uang satujutarupiah, kiri dan kanan. hal yang tak mungkin saya ulangi diesok harinya, apalagi bertepatan dengan ulangtahun kota jakarta.
saya hendak membayar retribusi pembuatan IMB, di kantor walikota Jakarta Selatan. Dalam draft catatan saya ada satu nama saja, tertulis jelas di kontak telepon selular : Artam P2B.
ruangan berlantai lantai itu selalu membuat saya berpikir kebelakang terus, kejadian kejadian yang membuat saya kadang tersenyum sendiri, satu setengah tahun saya berkutat di tempat itu, dan hampir semua lantai familiar dengan wajah saya.*agak gimana gtu*
seperti kejadian di lantai 9 itu, ketika saya menunggu Pa Ibnu, untuk konsultasi dengan Kepala Seksi Dinas pengendalian Perencanaan, bersama Pa Heru saat itu. wel...ternyata Pa Ibnu hari itu sedang ada takjiah diluar, ada staff yang berpulang, dan ia ziarah pagi itu juga. saya dipaksanya menunggu.
ketika saya menunggu,
Orang asing: Pa, bisa saya ketemu Pa Isa?, beliau hari ini masuk kan pa.
Pa Haji : keperluannya apa bapak .
Orang asing : kami sudah janjian dengan beliau pagi ini..(saya menyimak di ruang tunggu, sebelah ruangan pa Isa, lantai 9, selurus dengan pintu masuknya)
Pa Haji : Janjian pagi ?
Orang asing : iya pa.
Pak Haji : Namanya pak Isa, biar dia berangkat Pagi, siang, shubuh-subuh, tetep aja datengnya Isa.
Orang asing : $@%$@
suasana ruang tamu....riuuuh, diiringi kepulan racun tembakau.*saya terpaksa disana*
itu kejadian beberapa pekan lalu, tapi tiap hari selalu saja ada yang berbeda kawan !
saya berangkat mengendarai angkutan umum 611 ke arah blok M, tapi tujuan saya Bulungan, SMA 70, ada sedikit keperluan disana.
setelah dari sana, saya kembali lagi dimana saya turun tadi, kolam renang bulungan itu, menumpang angkutan Depok, ke terminal Blok M.
sampai terminal, saya menuju jembatan penyembrangan, naik kopaja 19 rute Cilandak, arah Prapanca raya, dimana bercokol disana kantor walikota Jakarta Selatan.
saya ingat, disana orang2 sering mengolok -olok saya dengan bahasa hidup mereka.
Misal : Ketika saya tersesat di petak bertitel " warung tegal", bersamaan itu pula seorang tukang parkir, katanya ia bilang tersesat di "rumah makan padang".
dan ketika saya menggerutu ketika pulsa habis disaat saat terpenting, seorang pengamen jalanan dengan santainya mengutak ngatik hape 3G nya..." apa kata dunia?"
Fu!h....
ternyata, saya sadar, rumah kdua ini akan saya jadikan tempat saya belajar menulis, saya akan menulis disini setiap hari...."setengah janji"
singkat cerita,
setelah membayar uang dua juta rupiah tersebut, saya pulang. ternyata apa yang sudah direncanakan sejak awal tidak berjalan dengan semestinya, ada berkas yang kurang dalam permohonan IMB tersebut, sertifikat tanah belum di legalisir notaris. Hmmm
sesampainya saya di terminal terakhir, saya langsung meluncur ke Notaris dan PPAT daerah Pondok Pinang, depan masjid Jami.
ternyata lumayan murah, satu set hanya 25 ribu, saya buat dua set..*meniru iklan yakult*
pulang, mampir ke tempat adik, Fajar Senjaya n Mom.....nyore disana, menjelang maghrib cabut dech....
sampe deech kerumah...
ada yang lupa, tadi di wali, banyak taman taman dadakan gtu, banyak orang berkebaya......Hmm...teduh deh liatnya, warna warni bunga, mengingatkan saya pada perempatan jalan di ragunan itu, tempat jual bunga dan serba serbi lanskap.